Berita Utama
Berita Utama
Pelatihan Pencegahan dan Penenangan Insiden dan Kekerasan Seksual Bagi Karyawan Grab Indonesia
Kadis DP3AKB Sumut Tegaskan Respons Tepat dan Pendampingan Korban Harus Diutamakan
Kadis DP3AKB Sumut Tegaskan Respons Tepat dan Pendampingan Korban Harus Diutamakan
Di tengah kebutuhan akan lingkungan yang semakin aman bagi perempuan dan anak, pencegahan dan penanganan kekerasan seksual menjadi tanggung jawab bersama. Respons yang tepat ketika sebuah laporan diterima menjadi langkah penting agar korban tidak menghadapi situasi tersebut sendirian dan dapat segera memperoleh layanan yang dibutuhkan.
Dalam upaya memperkuat sinergi tersebut,Kadis DP3AKB Provinsi Sumatera Utara turut membekali karyawan Grab Indonesia mengenai alur pendampingan dan rujukan korban kekerasan seksual di daerah, pada Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Insiden Kekerasan Seksual bagi Karyawan Grab Indonesia yang digelar di Grand Mercure Medan Angkasa, Rabu (23/9/2026)
Dalam kesempatan ini, Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, menekankan pentingnya respons yang tepat dan pendampingan korban dalam setiap penanganan laporan kekerasan seksual.
Kadis juga menjelaskan seperti apa alur pendampingan dan rujukan korban di daerah, termasuk peran dan layanan UPTD PPA, mekanisme pelaporan dan pendampingan korban, serta koordinasi dengan kepolisian, rumah sakit, dan lembaga layanan lainnya.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman karyawan Grab dalam melakukan pencegahan dan penanganan insiden kekerasan seksual, termasuk meningkatkan kemampuan dalam merespons laporan secara tepat serta memberikan dukungan kepada korban dengan pendekatan yang berperspektif korban.
Kegiatan tersebut diikuti oleh karyawan Grab Indonesia dari wilayah operasional Sumatera. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak memahami langkah yang tepat ketika menerima laporan kekerasan seksual serta mampu mengarahkan korban kepada layanan yang sesuai.
Penguatan kapasitas dunia usaha ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan responsif bagi perempuan dan anak. Ketika sebuah laporan diterima, respons yang tepat dan pendampingan yang sesuai menjadi langkah penting agar korban tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.
Dalam upaya memperkuat sinergi tersebut,Kadis DP3AKB Provinsi Sumatera Utara turut membekali karyawan Grab Indonesia mengenai alur pendampingan dan rujukan korban kekerasan seksual di daerah, pada Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Insiden Kekerasan Seksual bagi Karyawan Grab Indonesia yang digelar di Grand Mercure Medan Angkasa, Rabu (23/9/2026)
Dalam kesempatan ini, Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, menekankan pentingnya respons yang tepat dan pendampingan korban dalam setiap penanganan laporan kekerasan seksual.
Kadis juga menjelaskan seperti apa alur pendampingan dan rujukan korban di daerah, termasuk peran dan layanan UPTD PPA, mekanisme pelaporan dan pendampingan korban, serta koordinasi dengan kepolisian, rumah sakit, dan lembaga layanan lainnya.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman karyawan Grab dalam melakukan pencegahan dan penanganan insiden kekerasan seksual, termasuk meningkatkan kemampuan dalam merespons laporan secara tepat serta memberikan dukungan kepada korban dengan pendekatan yang berperspektif korban.
Kegiatan tersebut diikuti oleh karyawan Grab Indonesia dari wilayah operasional Sumatera. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak memahami langkah yang tepat ketika menerima laporan kekerasan seksual serta mampu mengarahkan korban kepada layanan yang sesuai.
Penguatan kapasitas dunia usaha ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan responsif bagi perempuan dan anak. Ketika sebuah laporan diterima, respons yang tepat dan pendampingan yang sesuai menjadi langkah penting agar korban tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.
Akhir Berita



