Berita Utama
Berita Utama
Workshop Pengayaan Rencana aksi daerah Kesetaraan Gander melalui integrasi kesehatan reproduksi berketahanan iklim dan pencegahan kekerasan berbasis gander
Sumatera utara jadi provinsi percontohan penguatan rencana aksi daerah kesetaraan gender berbasis ketahanan iklim
Sumatera utara jadi provinsi percontohan penguatan rencana aksi daerah kesetaraan gender berbasis ketahanan iklim
Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu dari dua Provinsi piloting nasional dalam penguatan Rencana Aksi Daerah Kesetaraan Gender (RAD KG) melalui integrasi kesehatan reproduksi berketahanan iklim dan pencegahan kekerasan berbasis gender (KBG). Sebagai tindak lanjut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, serta United Nations Population Fund (UNFPA), menyelenggarakan Workshop Pengayaan Rencana Aksi Daerah Kesetaraan Gender (RAD KG) di Hotel Grand Mercure selama dua hari, 7–8 Juli 2026.
Workshop diikuti oleh perangkat daerah yang tergabung dalam Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG), Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, UPTD PPA, BKKBN, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor agar isu kesetaraan gender, kesehatan reproduksi berketahanan iklim, dan pencegahan kekerasan berbasis gender terintegrasi dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.
Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, ibu Dwi Endah Purwanti, menyampaikan bahwa perubahan iklim memberikan dampak yang berbeda bagi perempuan dan kelompok rentan. Oleh karena itu, dokumen RAD Kesetaraan Gender perlu diperkuat agar mampu menjawab tantangan tersebut melalui kebijakan yang lebih inklusif dan responsif.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan penguatan mengenai keterkaitan Strategi Nasional Kesetaraan Gender (Stranas KG), Rencana Induk Nasional Kesetaraan Gender (RIN KG), Rencana Aksi Nasional Gender dan Perubahan Iklim (RAN-GPI), serta arah penguatan implementasi RAD KG di daerah. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi program dan kebutuhan pengayaan RAD Kesetaraan Gender Provinsi Sumatera Utara.
Melalui workshop ini, DP3AKB Provsu berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun Rencana Aksi Daerah Kesetaraan Gender yang lebih responsif gender, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Sumut.
Workshop diikuti oleh perangkat daerah yang tergabung dalam Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG), Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, UPTD PPA, BKKBN, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor agar isu kesetaraan gender, kesehatan reproduksi berketahanan iklim, dan pencegahan kekerasan berbasis gender terintegrasi dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah.
Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, ibu Dwi Endah Purwanti, menyampaikan bahwa perubahan iklim memberikan dampak yang berbeda bagi perempuan dan kelompok rentan. Oleh karena itu, dokumen RAD Kesetaraan Gender perlu diperkuat agar mampu menjawab tantangan tersebut melalui kebijakan yang lebih inklusif dan responsif.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan penguatan mengenai keterkaitan Strategi Nasional Kesetaraan Gender (Stranas KG), Rencana Induk Nasional Kesetaraan Gender (RIN KG), Rencana Aksi Nasional Gender dan Perubahan Iklim (RAN-GPI), serta arah penguatan implementasi RAD KG di daerah. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi program dan kebutuhan pengayaan RAD Kesetaraan Gender Provinsi Sumatera Utara.
Melalui workshop ini, DP3AKB Provsu berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun Rencana Aksi Daerah Kesetaraan Gender yang lebih responsif gender, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Sumut.
Akhir Berita



