Berita Utama
Berita Utama
Temu KerjaTim Penggerak Keluarga (TPK) Sumut 2026 Bersama Menteri BKKBN RI
Perkuat Peran Pendamping Keluarga Untuk Percepat Penurunan Stunting dan Wujudkan Progam Bangga Kencana di Sumatera Utara
Perkuat Peran Pendamping Keluarga Untuk Percepat Penurunan Stunting dan Wujudkan Progam Bangga Kencana di Sumatera Utara
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana, pada kegiatan Temu Temu Kerja Tim Pendamping Keluarga se-Sumut di Balai Budaya Kabupaten Dairi, Kamis (4/06/2026).
Kegiatan Temu Kerja Tim Pendamping Keluarga se-Sumut ini mempertemukan 800 kader TPK dari Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat. Fokus utama pertemuan adalah percepatan penurunan stunting, penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), serta pemenuhan gizi anak sejak dini.
DP3AKB Provsu berkomitmen mendukung penuh arahan Menteri BKKBN. Peran TPK di desa adalah kunci. Hari ini kapasitas mereka kita perkuat agar intervensi stunting dan layanan Bangga Kencana bisa tepat sasaran sampai ke keluarga.
Dalam arahannya, Mendukbangga/BKKBN menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Ia menegaskan pemenuhan gizi sejak dini menjadi kunci utama membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan bebas stunting. Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting memperkuat program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan Temu Kerja Tim Pendamping Keluarga se-Sumut ini mempertemukan 800 kader TPK dari Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat. Fokus utama pertemuan adalah percepatan penurunan stunting, penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), serta pemenuhan gizi anak sejak dini.
DP3AKB Provsu berkomitmen mendukung penuh arahan Menteri BKKBN. Peran TPK di desa adalah kunci. Hari ini kapasitas mereka kita perkuat agar intervensi stunting dan layanan Bangga Kencana bisa tepat sasaran sampai ke keluarga.
Dalam arahannya, Mendukbangga/BKKBN menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Ia menegaskan pemenuhan gizi sejak dini menjadi kunci utama membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan bebas stunting. Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting memperkuat program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Akhir Berita



