Berita Utama
Berita Utama
Sosialisasi Pembinaan Pencegahan dan Vaksinasi virus iret (INTOLERANSI, RADIKALISME, EXTRIMIS DAN TERORISME)
Duta generasi berencana sumatera utara diajak menjadi role model dalam menyebarkan toleransi dan semangat kebhinekaan
Duta generasi berencana sumatera utara diajak menjadi role model dalam menyebarkan toleransi dan semangat kebhinekaan
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi digital, remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Oleh karena itu, sebagai bentuk komitmen dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumatera Utara menggelar Sosialisasi dan Pembinaan tentang "Pencegahan dan Vaksinasi Virus IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme)" yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. (19/06/2026)
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, dan diikuti oleh Forum GenRe kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Kadis menyampaikan bahwa Virus IRET merupakan ancaman yang harus diwaspadai oleh generasi muda karena dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku seseorang.
"Virus IRET bukan sembarang virus. Ini memang bukan virus seperti COVID-19 yang menyerang tubuh manusia, tetapi virus yang menyerang cara berpikir seseorang. Dampaknya dapat memecah persatuan, menumbuhkan sikap intoleran, bahkan mengarah pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, virus ini wajib kita cegah bersama," ujarnya.
Kadis juga berharap Forum GenRe dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi kepada remaja di daerah masing-masing, sekaligus menjadi pelopor dalam membangun budaya toleransi, memperkuat nilai kebangsaan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, narasumber dari Densus 88 Anti Teror Polri menjelaskan berbagai bentuk dan modus penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang saat ini semakin berkembang melalui media sosial dan platform digital. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital, berpikir kritis dalam menerima informasi, serta kemampuan mengenali indikasi awal penyebaran paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Oleh karena itu, sebagai bentuk komitmen dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumatera Utara menggelar Sosialisasi dan Pembinaan tentang "Pencegahan dan Vaksinasi Virus IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme)" yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. (19/06/2026)
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, dan diikuti oleh Forum GenRe kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Kadis menyampaikan bahwa Virus IRET merupakan ancaman yang harus diwaspadai oleh generasi muda karena dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku seseorang.
"Virus IRET bukan sembarang virus. Ini memang bukan virus seperti COVID-19 yang menyerang tubuh manusia, tetapi virus yang menyerang cara berpikir seseorang. Dampaknya dapat memecah persatuan, menumbuhkan sikap intoleran, bahkan mengarah pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, virus ini wajib kita cegah bersama," ujarnya.
Kadis juga berharap Forum GenRe dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi kepada remaja di daerah masing-masing, sekaligus menjadi pelopor dalam membangun budaya toleransi, memperkuat nilai kebangsaan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, narasumber dari Densus 88 Anti Teror Polri menjelaskan berbagai bentuk dan modus penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang saat ini semakin berkembang melalui media sosial dan platform digital. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital, berpikir kritis dalam menerima informasi, serta kemampuan mengenali indikasi awal penyebaran paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Akhir Berita



