Berita Utama
Berita Utama
Fokus Group discussion bersama cipayung plus sumut (pendididkan merata hinggah pelosok sumut)
Dorong kolaborasi wujudkan akses pendidikan yang inklusif dan setara
Dorong kolaborasi wujudkan akses pendidikan yang inklusif dan setara
Ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok masih menjadi tantangan besar di Sumatera Utara, Oleh karena itu Hal tersebut menjadi pokok pembahasan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Cipayung plus Sumut, di Aula BPSDM Sumatera Utara, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini turut melibatkan organisasi mahasiswa dan kepemudaan Cipayung Plus Sumut bersama Gerakan Sumut Mengajar untuk mendorong peran aktif anak muda dalam menjawab persoalan pendidikan di daerah pelosok.
Kadis Pendidikan Provsu dalam hal ini diwakili oleh Bapak Fauzi Hardiansyah selaku Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKLK) menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini terus melakukan pembenahan secara bertahap untuk mengurangi ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah pemerataan layanan pendidikan melalui program PUBG yang difokuskan bagi daerah dengan keterbatasan akses pendidikan dan tenaga pengajar. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan akses teknologi dan pembelajaran digital secara bertahap di sekolah-sekolah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan jaringan internet.
Sementara itu, Kadis P3AKB Provsu ibu Dwi Endah Purwanti pada kegiatan ini menyoroti persoalan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah yang tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga perundungan (bullying) yang berdampak besar terhadap kondisi mental dan tumbuh kembang anak. Dan hal tersebut idak selalu berasal dari kondisi keluarga yang kurang baik, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang tidak ramah dan tidak mendukung perkembangan psikologis anak.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi tersebut, DP3AKB Provsu ke depan berencana menghadirkan sebuah inovasi yang dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan cerita, keluhan, maupun kondisi yang sedang mereka hadapi.
Melalui forum ini, seluruh pihak berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menghadirkan pendidikan yang merata di Sumatera Utara.
Kegiatan ini turut melibatkan organisasi mahasiswa dan kepemudaan Cipayung Plus Sumut bersama Gerakan Sumut Mengajar untuk mendorong peran aktif anak muda dalam menjawab persoalan pendidikan di daerah pelosok.
Kadis Pendidikan Provsu dalam hal ini diwakili oleh Bapak Fauzi Hardiansyah selaku Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKLK) menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini terus melakukan pembenahan secara bertahap untuk mengurangi ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah pemerataan layanan pendidikan melalui program PUBG yang difokuskan bagi daerah dengan keterbatasan akses pendidikan dan tenaga pengajar. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan akses teknologi dan pembelajaran digital secara bertahap di sekolah-sekolah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan jaringan internet.
Sementara itu, Kadis P3AKB Provsu ibu Dwi Endah Purwanti pada kegiatan ini menyoroti persoalan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah yang tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga perundungan (bullying) yang berdampak besar terhadap kondisi mental dan tumbuh kembang anak. Dan hal tersebut idak selalu berasal dari kondisi keluarga yang kurang baik, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang tidak ramah dan tidak mendukung perkembangan psikologis anak.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi tersebut, DP3AKB Provsu ke depan berencana menghadirkan sebuah inovasi yang dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan cerita, keluhan, maupun kondisi yang sedang mereka hadapi.
Melalui forum ini, seluruh pihak berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menghadirkan pendidikan yang merata di Sumatera Utara.
Akhir Berita



