Ringkasan Berita

Menuju Kampung KB Berkualitas, DP3AKB Sumut Tekankan Pentingnya Rumah Data Kependudukan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Sumatera Utara secara resmi membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pembentukan Rumah Data Kependudukan (RDK) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang dilaksanakan secara daring, Rabu (5/8).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah, penyuluh KB, pengelola Kampung KB, serta para pemangku kepentingan mengenai pentingnya pembentukan Rumah Data Kependudukan sebagai pusat data dan informasi di tingkat desa/kelurahan. Rumah Data Kependudukan diharapkan mampu mendukung pengambilan kebijakan berbasis data sekaligus memperkuat integrasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dengan berbagai sektor pembangunan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Sumatera Utara menyampaikan bahwa Rumah Data Kependudukan memiliki peran strategis sebagai wadah pengelolaan, pemanfaatan, dan penyajian data kependudukan yang akurat, mutakhir, serta dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan paparan mengenai praktik baik (best practice) pengelolaan Kampung KB dari Provinsi Jawa Tengah, di antaranya inovasi Gerbang Lentera Desa Lerep, pengembangan kampung tematik, pemberdayaan lansia melalui program SIDAYA, serta implementasi berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN seperti TAMASYA, GENTING, GATI, AI SuperApps Tentang Keluarga, dan Lansia Berdaya. Program-program prioritas tersebut merupakan bagian dari penguatan pembangunan keluarga yang terintegrasi di Kampung Keluarga Berkualitas.

Melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi ini, DP3AKB Provinsi Sumatera Utara berharap seluruh kabupaten/kota semakin memperkuat komitmen dalam membentuk dan mengembangkan Rumah Data Kependudukan di Kampung KB, sehingga data kependudukan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan keluarga di daerah.
Akhir Berita