
3 weeks ago / Kepala Dinas P3AKB Sumut Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Perempuan dalam Seminar 'Aisyiyah / 13 View
Medan, 2 Agustus 2025 — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara, Ibu Dwi Endah Purwanti, S.S., M.Si., menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar Sehari bertema “Pemberdayaan Perempuan melalui Aksi Nyata ‘Aisyiyah” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara, Sabtu (02/08), di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumut.
Dalam paparannya, Ibu Dwi Endah menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya sebatas pemberian bantuan, melainkan proses strategis dalam pembangunan daerah yang inklusif. Ia menekankan pentingnya membangun kapasitas perempuan agar memiliki pengetahuan, rasa percaya diri, dan akses terhadap perlindungan hukum, sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi dan sosial.
“Pemberdayaan perempuan harus dilihat sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan organisasi masyarakat seperti ‘Aisyiyah untuk membentuk ekosistem yang ramah perempuan dan anak serta bebas dari diskriminasi gender,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, beliau juga memaparkan sejumlah program yang tengah dijalankan oleh Dinas P3AKB, termasuk layanan SAPA 129, saluran resmi untuk pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Layanan ini merupakan bentuk konkret keberpihakan negara terhadap korban kekerasan.
“SAPA 129 adalah bukti bahwa negara hadir. Kita dorong masyarakat untuk berani melapor dan memastikan bahwa penanganan kasus tidak terhenti di tengah jalan,” tambahnya.
Selain Ibu Dwi Endah, hadir pula narasumber lainnya seperti Dr. M. Basir Hasibuan, M.F. (Wakil Ketua PWM Sumut), Dr. Nur Rahmah Amini (Ketua PWA Sumut), dan H. Hendra Cipta, SE., MM (Anggota DPRD Sumut). Seminar ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Muhammadiyah Sumut Channel, menjangkau audiens yang lebih luas.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik tolak bagi lahirnya lebih banyak gerakan kolaboratif yang mendorong perubahan nyata dan memastikan hak-hak perempuan terlindungi. Sumatera Utara diharapkan bisa menjadi provinsi yang ramah, aman, dan inklusif bagi perempuan dan anak.