
1 month ago / Seminar Nasional Hari Anak Nasional (HAN) 2025: “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” / 12 View
Medan, 24 Juli 2025 - Kepala Dinas P3AKB Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional bertema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” yang digelar oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UMSU di Auditorium UMSU, Kamis (24/07). Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memang memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai bentuk komitmen negara dan masyarakat untuk menghormati, melindungi, serta memenuhi hak-hak anak. Tema HAN 2025 ini menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
Dalam paparannya, Dwi Endah Purwanti menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Menurut Kemen PPPA RI, pemenuhan hak anak — termasuk perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi — harus melibatkan negara, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tinggi, organisasi keagamaan, serta keluarga diharapkan aktif menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah meluncurkan berbagai kebijakan strategis untuk mendukung perlindungan anak, antara lain:
Implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA): Melaksanakan pembangunan berbasis hak-hak anak secara terencana dan berkelanjutan di tingkat kabupaten/kota. Dengan status KLA, setiap kebijakan dan program daerah difokuskan pada pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Penguatan Forum Anak: Mendorong keterlibatan anak dalam proses pembangunan. Pemprov aktif memfasilitasi forum anak agar suara mereka terdengar dan dapat mengadvokasi hak-hak sesama anak.
Layanan SAPA 129: Mengaktifkan hotline Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 sebagai saluran cepat dan aman bagi masyarakat untuk melaporkan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Call center 129 yang dikelola KemenPPPA ini memudahkan siapa saja untuk melapor jika mengetahui atau mengalami kasus kekerasan pada anak.
Sebagai penutup, Dwi Endah Purwanti mengajak masyarakat memperkuat pola asuh yang berlandaskan hak-hak anak. Beberapa elemen penting pola asuh berbasis hak anak meliputi:
Kasih Sayang: Memberikan rasa aman, perhatian, dan kehangatan kepada anak.
Pendidikan Moral: Menanamkan nilai-nilai dan budi pekerti sejak dini.
Partisipasi Anak: Mengikutsertakan anak dalam keputusan yang memengaruhi hidup mereka.
Komunikasi Terbuka: Menjaga dialog dua arah antara anak dan orang dewasa.
Pendekatan pengasuhan ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Kemen PPPA menekankan bahwa perlindungan anak dipandang sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa, sehingga setiap upaya kolaboratif harus terus ditingkatkan agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam kondisi yang sehat, bahagia, dan terlindungi.